x

Tokoh Masyarakat Arso Timur Serukan Persatuan dan Stabilitas Keamanan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 15:31 8 Ismaya Rosita

Keerom – Tokoh masyarakat Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Frangki Kuntuy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, khususnya di wilayah perbatasan RI–PNG.

Frangki Kuntuy yang juga merupakan anggota Dewan Adat Suku Mannem menegaskan bahwa kedamaian di tanah Keerom harus dijaga bersama dan tidak boleh dirusak oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan gangguan keamanan.

“Sebagai tokoh masyarakat, saya mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan situasi di daerah kita,” ujar Frangki.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perbedaan ideologi yang ada di tengah masyarakat tidak boleh menjadi pemicu konflik. Menurutnya, seluruh masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Keerom, khususnya di kawasan perbatasan seperti Kampung Skofro, kibai dan sekitarnya, harus mengedepankan persatuan demi menjaga stabilitas keamanan.

“Saya menghimbau kepada siapa pun yang berada di wilayah Keerom, meskipun memiliki latar belakang dan ideologi yang berbeda, tidak boleh ada kekacauan. Kita harus menjaga kamtibmas, terutama di wilayah perbatasan RI–PNG yang sangat rentan terhadap gangguan,” tegasnya.

Frangki juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini. Ia menilai, kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan.

“Masyarakat harus cerdas dalam menerima informasi. Jangan langsung percaya pada berita yang belum tentu benar. Pastikan informasi tersebut jelas sumbernya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.

Sebagai perwakilan Dewan Adat Suku Mannem di tingkat distrik, Frangki kembali menegaskan komitmennya bahwa wilayah perbatasan Keerom harus tetap aman dan damai tanpa adanya gangguan dari pihak mana pun, termasuk yang membawa isu-isu politik tertentu.

“Kami dari Dewan Adat Suku Mannem menegaskan bahwa wilayah perbatasan tidak boleh ada kekacauan dari pihak mana pun. Mari kita bersama-sama menjaga tanah ini tetap aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.(RD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x