x

Polres Mamberamo Raya Melaksanakan Upacara Bendera Dalam Rangka Hari Jadi Pancasila 2026

waktu baca 4 menit
Senin, 1 Jun 2026 15:44 12 Ismaya Rosita

Burmeso – 01/06/26, Kapoles Mamberamo Raya AKBP. Arifin bersama seluruh anggota Polres Mamberamo Raya melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Jadi Pancasila 2026 tanggal 1 Juni 2026 yang dilaksananakan di lapangan apel/upacara Polres Mamberamo Raya. Pelakaksanaan Upacara Hari Jadi Pancasila adapun selaku Inspektur Upacara langsung oleh Kapolres Mamberamo Raya AKBP. Arifin dan sebagai Komendan Upacara, Ipda Darno, pengibar bendera oleh 3 orang anggota Bripda. Macelo Romsumbres, Bripda Rizki Adiputra, dan Bripda Dion Tumpabulon, selaku MC Brigpol Rizal sedangkan Pembaca Doa Bripda Zulkifli.

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai berikut Kabag Ops Polres Mamberamo Raya Kompol Yerianto Somalinggi SH, 1 Peleton PJU Polres Mamberamo Raya, 1 peleton Brimob BKO Polres Mamberamo Raya, 1 peleton Sat Sabhara Polres Mamberamo Raya, 1 Peleton staf Polres Mamberamo Raya, 1 Peleton Gabungan Sat Reskrim, Intelkam, dan Narkoba Polres Mamberamo Raya

 Rangkaian kegiatan upacara bendera diawali dengan Koemendan upacara memasuki lapangan upacara dan barisan di siapkan dan dikanjutkan Penghormatan kepada pemimpin upacara Kapolres Mamberamo Raya AKBP ARIFIN dan komendan upacara Laporan kepada Pemimpin Upacara.

Pukul 08.50 WIT, Pengibaran Bendera Merah Putih di iringin Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Yang selanjutnya dilakukan Mengheningkan cipta di pimpin olen Pembina Upacara serta Pembacaan Naskah Pancasila oleh pembina upacara dan di ikuti oleh peserta Upacar sedangkan Pembacaan Naskan Undan Udang Dasar UUD 1945 dibacakan oleh Bripda Fadli.

Kapolres Mamberamo Raya selaku Pemimpin Upacara membacakan amanat pidato Kepala Badan pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia yang intinya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan,

Rahayu, Rahayu, Rahayu, Salam Pancasila!

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun (20 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilainilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa

Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen

diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik.

Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa – bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai Tuhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.

Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai.

Selamat Hari Lahir Pancasila! Jaya Indonesiaku, Merdeka!

Pada pukul 09.13 WIT kegiatan upacara selesai yang diakhiri dengan Doa dan laporan Komendan upacara kepada Pemimpin Upacara Lapor Upacara telah dilaksankan laporan selesai.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x