

Papua – Panitia pelaksana lomba hafalan surat pendek yang diikuti oleh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Kemala Bhayangkari se-Daerah Papua menggelar kegiatan teknikal meeting sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan perlombaan tingkat daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cenderawasih Mapolda Lama, Jayapura, Kamis (5/3/2026).
Teknikal meeting ini diikuti oleh panitia lomba, unsur pembina keagamaan, serta dewan juri yang akan terlibat dalam pelaksanaan perlombaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Panitia Ny. Nurul Tri Setiyadi yang mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Seksi Lomba Ibu Ani Reba, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Al Junaid Muhammad Idris, LC., M.IRKH., CHt., Kasubbag PNS Bagdalpers Pembina Muhammad Sobari, S.Ag., Kasubbaggar Bagrenprogar Rorena Pembina Efrahim Urbanus Turlel, S.S., serta panitia lomba lainnya.
Dalam arahannya melalui Zoom Meeting, Ketua Panitia Ny. Nurul Tri Setiyadi menjelaskan bahwa kegiatan perlombaan ini merupakan bagian dari agenda bidang keagamaan yang diselenggarakan dalam rangka pembinaan generasi muda serta persiapan menuju perlombaan tingkat pusat.
Ia menyampaikan bahwa setiap daerah diminta mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba azan dan lomba hafalan surat pendek yang nantinya akan dipertandingkan di tingkat nasional.

“Panitia pusat meminta setiap daerah mengirimkan dua perwakilan untuk lomba azan dan dua perwakilan untuk lomba hafalan surat pendek. Sebelum ke tingkat pusat, tentu akan dilakukan seleksi di tingkat daerah terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta, salah satunya terkait batasan usia dan asal lembaga pendidikan. Untuk lomba hafalan surat pendek, peserta harus berusia maksimal tujuh tahun, sementara lomba azan diperuntukkan bagi peserta dengan usia minimal delapan tahun.
Panitia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan lomba tingkat daerah akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
“Perlombaan akan dimulai pukul 07.00 WIT secara lokal melalui Zoom, diawali dengan lomba azan kemudian dilanjutkan dengan hafalan surat pendek. Nantinya juri akan menentukan juara satu, dua, dan tiga, dan juara pertama akan mewakili daerah pada perlombaan tingkat pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubbag PNS Bagdalpers Pembina Muhammad Sobari, S.Ag., selaku juri lomba hafalan surat pendek agama Islam, memberikan penjelasan teknis terkait ketentuan peserta dan mekanisme penilaian.
Ia menekankan pentingnya memastikan kesesuaian usia peserta dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia pusat agar tidak terjadi kendala pada saat pelaksanaan lomba di tingkat nasional.
“Batas usia yang ditetapkan adalah maksimal tujuh tahun untuk lomba hafalan dan minimal delapan tahun untuk lomba azan. Penentuan usia ini dihitung berdasarkan tanggal pelaksanaan lomba tingkat pusat, sehingga setiap cabang perlu memastikan kembali data peserta yang akan dikirimkan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan dewan juri bersifat final dan peserta yang berhasil meraih juara akan mendapatkan piagam penghargaan, piala, serta uang pembinaan.
Pada kesempatan yang sama, Kasubbaggar Bagrenprogar Rorena Pembina Efrahim Urbanus Turlel, S.S., yang bertindak sebagai juri untuk kategori agama Kristen dalam lomba hafalan Alkitab, turut menyampaikan mekanisme penilaian bagi peserta.
Ia menjelaskan bahwa peserta diberikan kebebasan memilih ayat atau bagian Alkitab yang akan dihafalkan dan disampaikan di hadapan dewan juri.
“Penilaian akan difokuskan pada beberapa aspek, antara lain artikulasi dalam penyampaian ayat, ekspresi yang sesuai dengan makna bacaan, penghayatan terhadap isi ayat, serta sikap penghormatan terhadap Kitab Suci. Kami akan menilai bagaimana peserta menginterpretasikan dan menyampaikan ayat yang telah dipilihnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan teknikal meeting ini, diharapkan seluruh panitia dan peserta dapat memahami secara jelas mekanisme pelaksanaan lomba sehingga kegiatan yang akan digelar dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan menghasilkan perwakilan terbaik dari wilayah Papua untuk mengikuti perlombaan di tingkat pusat.(rd)

Tidak ada komentar