x

Polda Papua dan FKUB Perkuat Sinergi, Wujudkan Bulan Suci Ramadan yang Aman dan Perkuat Fondasi Toleransi di Tanah Papua

waktu baca 3 menit
Kamis, 19 Feb 2026 11:13 6 Ismaya Rosita

Papua – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Kepolisian Daerah Papua bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan merawat harmoni antarumat beragama di Tanah Papua. Komitmen ini disampaikan dalam acara dialog interaktif “Polisi Menyapa” yang disiarkan langsung oleh LPP RRI Jayapura, Kamis (19/02/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Ciptakan Kenyamanan Bersama Di Bulan Suci Ramadhan” ini menghadirkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., dan Sekretaris FKUB Provinsi Papua, T.H. Pasaribu, sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di tiga provinsi (Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan) saat ini terpantau stabil dan kondusif. Sebagai langkah awal, Polda Papua telah sukses melaksanakan Operasi Keselamatan Lalu Lintas pada awal Februari dan kini melanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

“Kami mengedepankan pendekatan yang sangat humanis. Personel di lapangan diinstruksikan untuk menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam). Pengamanan di masjid-masjid selama tarawih dan subuh dilakukan dengan melibatkan personel lintas agama sebagai wujud nyata toleransi di Papua,” ujar Kombes Pol. Cahyo.

Selain pengamanan fisik, Polda Papua juga mengintensifkan Patroli Siber untuk mengantisipasi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di ruang digital yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat selama bulan Ramadan.

Sekretaris FKUB Papua, T.H. Pasaribu, menekankan bahwa kunci utama perdamaian di Papua adalah kesadaran kolektif untuk saling menghormati. Beliau mengapresiasi tradisi lokal di mana umat non-Muslim sering kali terlibat aktif membantu kelancaran ibadah Ramadan, termasuk penyediaan takjil.

“Papua adalah barometer kerukunan. Ramadan bukan hanya soal ibadah umat Muslim, tapi momentum bagi kita semua untuk melatih pengendalian diri dan memperkuat tali persaudaraan. Kami mengimbau umat non-Muslim menghormati mereka yang berpuasa, dan sebaliknya, umat Muslim juga tetap merangkul mereka yang tidak berpuasa,” tutur T.H. Pasaribu.

Merespons kekhawatiran masyarakat mengenai gangguan balap liar dan penggunaan petasan, Polda Papua memastikan akan melakukan pengawasan ketat. Melalui program Door to Door System (DDS), Bhabinkamtibmas akan aktif menyambangi komunitas untuk memberikan edukasi.

“Kami tindak tegas balap liar yang sering marak di waktu subuh dan menjelang buka puasa. Keamanan ini adalah tanggung jawab bersama antara aparat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” tegas Kombes Pol. Cahyo.

Di akhir dialog, Polda Papua maupun FKUB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu rasisme atau paham ekstremisme yang datang dari luar. Sinergi antara aparat keamanan dan lembaga keagamaan diharapkan mampu menjadikan Ramadan tahun ini sebagai jembatan untuk memperkokoh cita-cita “Papua Tanah Damai”.

Dengan pengamanan yang terukur dan partisipasi aktif masyarakat, pelaksanaan ibadah Ramadan di Tanah Papua diharapkan berjalan dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x