x

Satgas Saber Polres Mamberamo Tengah Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Kobakma

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Mar 2026 19:11 5 Ismaya Rosita

Papua — Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Polres Mamberamo Tengah melakukan pengecekan harga bahan pokok di Pasar Sentral Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok di wilayah hukum Polres Mamberamo Tengah.

Pengecekan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mamberamo Tengah AKP Muliadi, S.Sos., bersama sejumlah personel yang tergabung dalam Satgas Saber, yakni BRIPTU M. Dwi Prasetya, BRIPTU Hermawan, dan BRIPDA Azriel Setiawan.

Sekitar pukul 09.50 WIT, personel menuju Pasar Sentral Kobakma dan tiba lima menit kemudian di Kios KMT Jaya milik Saifullah. Di lokasi tersebut, personel langsung melakukan pemantauan serta pendataan harga berbagai komoditas bahan pokok yang dijual.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, beras Cap 99 Premium dijual dengan harga Rp27.000 per kilogram, sedangkan beras Cap Kepala atau Kuning Medium Rp25.000 per kilogram. Untuk minyak goreng merek Minyakita dijual dengan harga Rp35.000 per liter.

Sementara itu, harga bawang merah mencapai Rp100.000 per kilogram dan bawang putih sekitar Rp76.667 per kilogram. Komoditas cabai juga tercatat cukup tinggi, yakni cabai keriting dan cabai rawit masing-masing Rp100.000 per kilogram, sedangkan cabai besar Rp113.333 per kilogram.

Selain itu, telur ayam dijual Rp100.000 per rak, daging sapi Rp170.000 per kilogram, dan daging ayam Rp50.000 per kilogram. Komoditas lain seperti jagung dijual Rp30.000 per kilogram, gula Rp30.000 per kilogram, serta tepung terigu merek Segitiga Biru Rp40.000 per kilogram.

Setelah melakukan pengecekan dan pendataan harga, personel Satgas Saber kembali dari Pasar Sentral Kobakma sekitar pukul 10.45 WIT.

Dari hasil pemantauan tersebut, secara umum stok bahan pokok di Kios KMT Jaya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun demikian, sebagian besar harga komoditas tercatat melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya transportasi darat serta harga pembelian komoditas dari wilayah Wamena yang juga telah berada di atas HET. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan harga bahan pokok tersebut.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x