x

Tokoh Intelektual Puncak Jaya Serukan Masyarakat Perkuat Persatuan Usai Konflik Pilkada

waktu baca 2 menit
Minggu, 8 Mar 2026 18:02 21 Ismaya Rosita

Papua – Tokoh intelektual pemuda Kabupaten Puncak Jaya, Mikael Wanena, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian setelah dinamika konflik antarpendukung pada Pilkada 2024 mulai mereda. Ia menilai situasi keamanan di wilayah Puncak Jaya kini berangsur membaik setelah masyarakat dari kedua kubu melakukan rekonsiliasi melalui mekanisme adat, Minggu (8/3/2026).

Mikael menjelaskan bahwa konflik yang sempat terjadi antara massa pendukung pasangan calon pada Pilkada lalu telah diselesaikan secara adat oleh para tokoh masyarakat dan kedua kelompok yang sebelumnya berselisih. Proses perdamaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan tradisi bakar batu serta penanaman pohon pisang sebagai simbol perdamaian dan pemulihan hubungan sosial antarwarga.

“Memang sempat terjadi konflik antara massa pendukung 01 dan 02 setelah Pilkada 2024, namun saat ini situasi sudah mulai kondusif karena kedua pihak telah menyelesaikannya melalui mekanisme adat seperti bakar batu dan penanaman pohon pisang sebagai simbol perdamaian,” ungkap Mikael.

Ia menekankan bahwa kondisi keamanan yang mulai stabil tersebut harus dijaga secara bersama oleh seluruh masyarakat di wilayah Puncak Jaya, mulai dari Kampung Jigonik hingga Kampung Mibur. Menurutnya, keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan sangat penting dalam menjaga situasi tetap aman dan terkendali.

Selain itu, Mikael juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan pemerintah yang direncanakan berjalan dalam beberapa tahun ke depan. Ia menilai stabilitas keamanan menjadi faktor utama agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap seluruh masyarakat Puncak Jaya dapat bersama-sama menjaga keamanan serta mendukung program pembangunan pemerintah yang direncanakan berlangsung dari tahun 2026 hingga 2029,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para pemuda dan kalangan intelektual agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu provokatif yang dapat memicu ketegangan baru, terutama yang berkaitan dengan situasi keamanan di Papua. Mikael menilai masyarakat Puncak Jaya telah cukup lama menghadapi dinamika konflik sehingga kini saatnya fokus pada pembangunan, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Saya mengajak teman-teman intelektual di mana pun berada agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama fokus pada pembangunan, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia pun berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui proses rekonsiliasi adat dapat terus dijaga oleh seluruh masyarakat demi menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di wilayah Puncak Jaya.(rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x