x

Di Balik Seragam, Ada Semangat Pengabdian: Syukuran HUT Bhayangkara ke-80 Polres Mamberamo Tengah Sarat Makna Kebersamaan

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Jul 2026 13:50 7 Ismaya Rosita

Kobakma — Pagi itu, halaman Mapolres Mamberamo Tengah tak hanya dipenuhi barisan personel berseragam. Di antara langkah tegap para anggota, hadir pula tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, hingga keluarga besar Polri yang berkumpul dalam satu suasana penuh kehangatan. HUT Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merayakan nilai yang selama ini menjadi fondasi pengabdian: kebersamaan, loyalitas, dan pelayanan kepada masyarakat.Rabu(1/7/2026).

Upacara yang dipimpin Wakapolres Mamberamo Tengah, KOMPOL Sigit Susanto, S.H., S.I.K., berlangsung dengan khidmat. Dalam amanatnya, Wakapolres mengajak seluruh personel menjadikan usia ke-80 Bhayangkara sebagai titik refleksi untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Transformasi menuju Polri Presisi, tegasnya, harus diwujudkan melalui pelayanan yang transparan, berkeadilan, dan mampu menjawab harapan publik.

Namun, makna peringatan hari itu terasa lebih dalam ketika seluruh rangkaian upacara usai. Di Aula Wira Satya Pradhana, suasana formal perlahan berubah menjadi ruang kebersamaan. Senyum mengembang, sapaan hangat saling bertukar, sementara canda ringan terdengar di antara personel yang selama ini lebih sering dipertemukan oleh tugas dan tanggung jawab di lapangan.

Momen tersebut memperlihatkan sisi lain dari institusi kepolisian. Di balik kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban, ada ikatan kekeluargaan yang menjadi energi dalam setiap pengabdian. Kebersamaan itulah yang selama ini menjadi kekuatan Polres Mamberamo Tengah dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Kehadiran Wakil Bupati Mamberamo Tengah Itaman Thago, S.Sos., bersama para pimpinan OPD, Pabung Mamberamo Tengah,tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua LMA distrik dan kabupaten, Bhayangkari, hingga perwakilan Bank Papua menjadi simbol kuatnya sinergi yang terus terbangun. Dalam sambutan, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Polres yang dinilai konsisten menjaga situasi keamanan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman.

Semangat pengabdian juga tergambar dalam pemberian penghargaan kepada personel berprestasi. Tepuk tangan menggema ketika nama IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., dipanggil ke depan. Keberhasilannya mengungkap ratusan tanaman ganja di wilayah Kobakma menjadi bukti bahwa kerja keras di lapangan tidak pernah luput dari perhatian.

Penghargaan berikutnya diberikan kepada AIPTU Ridwan Kharie yang dinilai sigap saat menangani bencana longsor di Desa Onggobalo, Distrik Kelila. Respons cepat yang ditunjukkan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Dua penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap prestasi di balik seragam lahir dari dedikasi, keberanian, dan pengorbanan yang tidak selalu terlihat oleh publik. Di medan tugas yang penuh tantangan, setiap keputusan sering kali diambil demi satu tujuan: melindungi dan mengayomi masyarakat.

Sebagai penutup, suasana syukuran semakin hangat ketika hadiah turnamen olahraga antarpersonel diserahkan kepada para pemenang. Gelak tawa, tepuk tangan, dan kebersamaan memenuhi ruangan, menghadirkan wajah humanis Polri yang jarang tersorot di balik rutinitas tugas menjaga keamanan.

Di usia Bhayangkara yang ke-80, Polres Mamberamo Tengah tidak hanya merayakan perjalanan panjang institusi, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen bahwa pengabdian kepada masyarakat akan selalu menjadi panggilan utama. Sebab, sejatinya kekuatan Polri tidak hanya lahir dari kewenangan yang dimiliki, melainkan juga dari kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui ketulusan, kerja nyata, dan kepedulian yang hadir dalam setiap langkah pengabdian.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x