

Manokwari – Suasana semarak dan penuh warna mewarnai pelaksanaan Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia dalam semangat persaudaraan, kebersamaan, dan pelestarian budaya bangsa.
Karnaval budaya yang berlangsung di pusat Kota Manokwari tersebut diikuti oleh kontingen Pesparawi dari seluruh provinsi peserta, masing-masing menampilkan kekayaan budaya daerah melalui busana adat, tarian tradisional, musik daerah, serta berbagai atraksi budaya yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Ribuan masyarakat tampak memadati sepanjang rute karnaval untuk menyaksikan penampilan para peserta yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan keindahan budaya nusantara, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antar daerah, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. Berbagai penampilan budaya yang ditampilkan mendapat apresiasi dari masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

Dalam pelaksanaannya, aparat keamanan dari Polda Papua Barat bersama unsur TNI, Pemerintah Daerah, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya turut melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Personel pengamanan ditempatkan pada titik-titik strategis sepanjang rute karnaval, lokasi penonton, persimpangan jalan, serta area kegiatan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Sebagai bagian dari pengamanan kegiatan, Tim Patroli Polresta Manokwari turut melaksanakan pengaturan arus lalu lintas pada sejumlah titik strategis di Kota Manokwari. Pada pukul 14.30 WIT, personel melaksanakan pengaturan lalu lintas di depan Markas TNI AL Manokwari guna memastikan kelancaran arus kendaraan dan mobilitas peserta karnaval. Selanjutnya, pada pukul 14.53 WIT, pengaturan lalu lintas dilakukan di simpang Lampu Merah Sanggeng, yang menjadi salah satu titik padat aktivitas masyarakat selama berlangsungnya kegiatan. Kemudian pada pukul 16.20 WIT, personel kembali melaksanakan pengaturan lalu lintas di simpang Lampu Merah Makalo guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas hingga berakhirnya rangkaian karnaval budaya.
Kapolda Papua Barat melalui Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gadug Kurniawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan Karnaval Budaya Pesparawi Nasional XIV merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Pesparawi Mansinam-2026 yang dilaksanakan secara terpadu. Seluruh personel yang terlibat diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan peserta guna menciptakan situasi keamanan yang kondusif selama berlangsungnya kegiatan.
“Karnaval budaya ini menjadi simbol persatuan dalam keberagaman serta wujud kekayaan budaya bangsa Indonesia. Polda Papua Barat berkomitmen memberikan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi Nasional XIV dapat berjalan aman, tertib, dan sukses,” ujar Plt. Kabid Humas.
Melalui pelaksanaan Karnaval Budaya ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa semakin tumbuh di tengah masyarakat. Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa melalui keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.(red)



Tidak ada komentar