x

Mantan Panglima TPNPB-OPM Wilayah Victoria Ajak Kelompok Bersenjata Kembali ke NKRI dan Dorong Dialog Damai di Papua

waktu baca 2 menit
Jumat, 15 Mei 2026 20:14 6 Ismaya Rosita

Keerom – 15 Mei 2026, Lambert Pekikir, mantan Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Wilayah Victoria, Kabupaten Keerom, Papua, menghimbau rekan-rekannya yang hingga kini masih bertahan di hutan agar meninggalkan aksi kekerasan dan kembali bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.

Lambert Pekikir mengaku masih aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah rekannya yang berada di wilayah hutan bersama kelompok bersenjata. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian konflik melalui pendekatan damai dan dialog terbuka.

Dalam keterangannya, Lambert menjelaskan bahwa akar persoalan konflik Papua menurut pandangannya berawal dari pelaksanaan Pepera tahun 1969 yang dianggap sebagian masyarakat Papua tidak berjalan secara jujur dan adil. Ia menyebut bahwa dari persoalan tersebut kemudian lahir gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Deklarasi Victoria pada 1 Juli 1971.

“Konflik ini tidak boleh terus berjalan sampai sekarang. TNI turun mengejar OPM, Polri turun melakukan penindakan, kemudian terjadi aksi penembakan, dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” ujar Lambert Pekikir.

Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog antara pemerintah dan pihak-pihak terkait guna menyelesaikan persoalan Papua secara damai dan terbuka. Menurutnya, dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang selama ini terjadi dapat diselesaikan secara jernih dan transparan.

“Indonesia harus membuka ruang untuk dialog. Ketika ruang dialog dibuka, maka persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Selain itu, Lambert Pekikir mengingatkan agar gerakan OPM tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan pribadi maupun politik. Ia menilai masih ada pihak yang menggunakan isu konflik Papua demi kepentingan tertentu, sementara masyarakat tetap menjadi korban dari situasi berkepanjangan tersebut.

Di akhir penyampaiannya, Lambert Pekikir kembali menghimbau rekan-rekannya yang masih berada di hutan untuk segera kembali ke NKRI serta bersama-sama menciptakan situasi damai di Tanah Papua.

“Saya menghimbau rekan-rekan yang masih bertahan di hutan untuk segera bergabung ke NKRI. Salam damai,” tutup Lambert Pekikir.(RD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x